Peranan Adalah: Teori, Konsep, Sturktur dan Jenis – jenis

Assalamu’alaikum kali ini kita akan membahasan tentang peranan apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya makan hal tersebut trmasuk menjalankan suatu peranan. Untuk lebih jelasnya simak penjelasan dibawah ini.

Apa yang dimaksud dengan Peranan ?

Peranan adalah berasal dari kata peran yang berarti sesuatu yang menjadi bagian atau yang memegang pimpinan yang terutama. Jadi peranan adalah perilaku yang diharapkan dari seseorang yang mempunyai status, yang setiap orang mempunyai sejumlah status yang diharapkan mengisi peran yang sesuai dengan status yang dimilikinya. Dalam arti status dan peran dua aspek dari gejala yang sama.

Baca juga : Pengertian Supervisor Lengkap Penjelasannya

Menurut Para Ahli

1. Soerjono Soekanto (2002:243)

Peran adalah aspek dinamis kedudukan apabila seseorang melaksanakan hak dan kewajibannya sesuai dengan kedudukannya, maka ia menajalankan suatu peranan.

2. Levinson

mengatakan peranan adalah suatu konsep hubungan – hubungan sosial perihal apa yang dilakukan individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat dan peranan meliputi norma – norma yang dikembangkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.

3. Biddle dan Thomas

Peran adalah serangkian rumusan yang membatasi perilaku yang diharapkan pemegang kedudukan tertentu. Contoh dalam keluarga, dimana perilaku seorang ibu dalam keluarga diharapkan bisa memberi anjuran, memberi penilaian dll.

4. Mifta thoha (2002)

Peran adalah serangkaian perilaku seseorang yang dilakukan berdasarkan dengan karakternya. Maksudnyanya dilatar belakangi oleh psikologi seseorang setiap melakukan tindakan yang diinginkan sesuai kata hati.

5. Riyadi (2002)

Peran adalah sebuah orientasi atau konsep yang terbentuk karena suatu pihak dalam posisi sosial atau konsep yang terbentuk dalam suatu pihak posisi sosial dikehidupan masyarakat.

Peranan diatur oleh norma – norma yang berlaku dalam masyarakat. Terbagi atas 3 yaitu :

  1. Peranan meliputi norma – norma yang dihubungkan dengan posisi atau tempat seseorang dalam masyarakat.
  2. Peranan meliputi suatu konsep tentang apa yang dapat dilakukan oleh individu dalam masyarakat sebagai organisasi
  3. Peranan meliputi perilaku individu yang penting bagi struktur sosial masyarakat.

Teori Peranan

Toeri peranan (Role Theory) adalah perpaduan berbagai teori, orientasi maupun disiplin ilmu. Selain dari psikologi, teori peran berawal dari dan masih tetap digunakan dalam sosiologi dan antropologi. Dalam ketiga bidang ilmu istilah “ peran “ diambil dari dunia teater. Dalam teater seorang aktor harus bermain sebagai seorang tokoh tertentu dalam posisinya sebagai tokoh diharapkan untuk berprilaku secara tertentu.

Adapun segmen perilaku dalam peran terdiri dari semua kelompok perilaku yang sejenis yang dilakukan oleh semua anggota kesatuan sosial yang bersangkutan. Peran – peran yang tergolong antara lain :

  • Peran overt atau peran publik
  • Peran covert atau peran pribadi
  • Peran preskriptif yaitu aspek normatif dari peran
  • Peran diskriptif yaitu aspek konsep dari peran
  • Peran evaluatif yaitu norma – norma untuk mengevaluasi peran
  • Peran aktif yaitu peran yang dilaksanakan oleh semua pemeran dalam suatu kesatuan sosial tertentu
  • Peran sanksi yaitu yang diterapkan dalam menindak atau mencegah penyimpangan

Konsep – konsep peran yaitu :

  1. Persepsi Peran, yaitu pandangan terhadap tindakan yang seharusnya dilakukan pada situasi tertentu. Misal persepsi berdasarkan interpretasi atas sesuatu yang dipercaya tentang bagaimana seharusnya dalam berperilaku.
  2. Ekspektasi peran, yaitu suatu yang telah dipercaya orang lain bagaimana seseorang harus bertindak dalam situasi tentetu. Sebagian besar perilaku seseorang ditentukan oleh peran.
  3. Konflik Peran, yaitu seseorang yang berhadapan dengan ekspektasi peran yang berbeda, maka menghasilkan konflik peran. Konflik ini muncul saat seorang menyadari bahwa syarat satu peran lebih berat untuk dipenuhi ketimbang peran lain.

Sturktur Peran

  1. Peran informal, yaitu peran yang tertutup, dimana suatu peran yang bersifat implisit dan umumnya tidak terlihat dipermukaan. Tujuan perran informal untuk pemenuhan kebutuhan implisit dan menjaga keseimbangan dalam keluarga.
  2. Peran formal, yaitu peran yang nampak jelasa, dimana berbagai perilaku yang sifatnya homogen. Misal dalam keluarga ada yang berperan sebagai ibu dan ayah berperan sebagai provider (penyedia). Mengatur rumah tangga, merawat anak dll.

Jenis – jenis peran

  1. Peran aktif, yaitu seseorang yang seutuhnya selalu aktif dalam tindakannya pada suatu organisasi.
  2. Pean Pasif, yaitu peran yang tidak dilaksanakan oleh individu. Maksudnya hanya digunakan sebagai simbol dalam kondisi tertentu dalam kehidupan masyarakat.
  3. Peran partisipasif, yaitu peran yang dilakukan seseorang yang berdasarkan kebutuhan atau hanya pada saat tertentu saja.

Semoga bermanfaat untuk penulis dan pembaca Wassalamu’alaikum

Related Posts