Contoh Tembung Rangkep, fungsi, ciri-ciri dan macam-macamnya

Halo sobat kali penaindo.com akan membahas tentang contoh tembung rangkep seperti kita ketahui macam-macam tembung dalam bahasa Jawa itu beragam mulai dari tembung saroja, tembung yogyaswara, tembung garba dan tembung rangkep.

Adapun pengertian dari tembung rangkep yaitu dalam bahasa Indonesia jug disebut kata ulang, semua kata yang dibaca dua kali, dapat semua seluruh kata atau hanya satu suku kata saja.

Fungsi Tembung Rangkep

Tembung rangkep memiliki fungsi yang berbeda tergantung pada asal katanya apakah berupa benda atau bilangan.

Fungsi Tembung Rangkep Berasal dari Kata Kerja

  • Menyatakan pekerjaan yang berdurasi tertentu misal, maca-maca
  • Menegaskan pekerjaan yang dilakukan berulang-ulang kali, misal wira-wiri,njoget-njoget, mlayu-mlayu

Fungsi Tembung Rangkep Berasal Dari Kata Benda

Baca juga: Contoh Tembung Garba Lengkap

  • Dapat menjelaskan benda yang menyerupai bentuk dasar, misal wong-wongan,montor-montoran.
  • Dapat menjelaskan benda yang sejenis tapi bermacam-macam, misal godhong-godhongan, who-wohan.

Fungsi Tembung Rangkep Berasal dari Kata Sifat

  • Dapat menjelaskan makna lebih, misal cepet-cepet, mlaku ati-ati

Fungsi Tembung Rangkep Berasal dari Kata Bilangan

  • Dapat menyatakan makna sekaligus, misal ojho melbu loro-lor mergo ora kamot

Ciri-ciri Tembung Rangkep

  1. Adapun ciri-ciri dari tembung rangkep sebagai berikut:
  2. Dapat terdiri dari dua suku kata
  3. Dapat berupa kata yang sama dan diulang
  4. Dapat menunjukkan makna gramatis
  5. Umumnya tidak dapat mengubah golongan kata
  6. Dapat bentuk dasar tembung rangkep selalu berhubungan dengna arti tembung rangkepnya
  7. Dapat ditulis dengan memberikan tanda hubung, tanpa spasi
  8. Seperti rangkep dwipurwa dan dwiwasana tidak perlu diberikan tanda hubung
  9. Dapat ditulis serangkai dengan awalan atau akhiran

Macam-macam Tembung Rangkep

Adapun macam-macam dari tembung rangkep yaitu:

1. Tembung rangkep Dwilingga  

Tembung rangkep dwilingga yaitu berasal dari pengulangan tembung lingga yang sering disebut dengan kata dasar.

  • Dwilingga Semu

Dwilingga semut yaitu dwilingga murni yang katanya tidak ada kata dasarnya. Tuladha tembung dwilingga murni ing tembung rangkep yaitu:

Ondhe-ondhe

Kupu-kupu

Untir-untir

  • Dwilingga salin swara

Yaitu dwilingga salin swara karena kata ulangnya huruf vokalnya berbeda dengan kata dasarnya sehingga suaranya berganti. Tuladha tembung dwilingga saling swara ing tembung rangkep yaitu:

Mesam-mesam

Odas-adus

  • Dwilingga padha swara

Dwilingga padha swara yaitu kata dasarnya diulang atau diucapkan dua kali. Yaitu:

Meja-meja

Kursi-kursi

Buku-buku

2. Tembung Rangkep Dwipurwa

Tembung rangkep dwipurwa yaitu tembung sing yang dirangkep wanda utowo suku katane ing ngarep dhewe. Atau pengertian lainnya suku kata bagian depan atau suku kata pertama diulang.

Tuladha tembung dwipurwa:

Tamba=ta+tamba=tetamba

Luhur=lu-luhur=leluhur

Tuku=tu+tuku=tetuku

3. Tembung Rangkep Dwiwasana

Tembung rangkep dwiwasana adalah tembung sing dirangkep wanda utowo suku katane ana ing mburi dewe atau pengertian lainnya jenis tembung yang diulang suku kata bagian akhir

Tuladha tembung dwiwasana:

Cenges: cenges+nges=cengenges

Cekik: cekik+kik=cekikik

Cengis: cengis+ngis=cengingis

Demikian contoh tembung rangkep, fungsi, ciri-ciri dan macam-macamnya semoga bermanfaat untuk penulis dan pembaca Wassalamu’alaikum.

Related Posts