Kutipan Novel Sejarah

Kutipan Novel sejarah adalah novel yang di dalam nya membahas dan menceritakan mengenai kejadian yang terjadi pada masa lampau yang merupakan asal mula dan latar belakang terbentuknya sebuah tempat yang memiliki nilai sejarah baik itu bersifat naratif maupun deskriptif.

Secara umum ada banyak orang yang suka membaca novel khususnya novel-novel yang memiliki kisah-kisah insipiratif yang dapat melepas lelah. Selain itu banyak yang menyukai novel karena di dalam nya terdapat banyak kutipan kalimat yang menarik.

Dari beberapa kutipan atau quote dari penulis novel sangat berkesan bagi pembaca. Terkadang pula kutipan yang ada di dalam novel khususnya novel sejarah dapat mewakili perasaan pembaca, sehingga tidak jarang pembaca yang benar-benar terbawa suasan ketika membaca novel.

Baca Juga: Pengertian Novel sejarah, ciri-ciri dan strukrutnya

Nah berikut ini beberapa kumpulan kutipan novel sejarah yang mungkin dapat mewakili perasanaan kamu, yang dikumpulkan oleh Penaindo.com yang dikutip dari beberap sumber yang ada di Internet. SELAMAT MENIKMAT

Kutipan Novel Sejarah

1. Novel Sang Pemimpimpi Oleh Andrea Hirata

“Yang terpenting, bukanlah seberapa besar mimpi kalian, melainkan seberapa besar upaya kalian mewujudkan mimpi itu”

“Bermimpilah, karena Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.”

“Berhenti bercita-cita adalah tragedi terbesar dalam hidup manusia”

“Ajaibnya waktu, masa lalu yang menyakitkan lambat laun boleh berubah menjelma menjadi nostalgia romantik yang tidak ingin dilupakan.”

“Ah, ayahmu, Ikal …, diundang pelantikan bupati pun baju safarinya tak dia pakai. Hanya untukmu, Ikal, yang terbaik darinya selalu hanya untukmu.”

2. Pulang Oleh Tere Liye

“hidup ini adalah perjalanan panjang dan tidak selalu mulus. pada hari ke berapa dan pada jam ke berapa, kita tidak pernah tahu, rasa sakit apa yang harus kita lalui.

kita tidak tahu kapan hidup akan membanting kita dalam sekali, membuat terduduk, untuk kemudian memaksa kita mengambil keputusan.

satu-dua keputusan itu membuat kita bangga, sedangkan sisanya lebih banyak menghasilkan penyesalan.”

“Kesetiaan terbaik adalah pada prinsip-prinsip hidup, bukan pada yang lain. Hanya kesetiaan pada prinsiplah yang akan memanggil kesetiaan-kesetiaan terbaik lainnya.”

“Meski semua hal itu adalah kenangan menyakitkan, kita baru merasa kehilangan setelah sesuatu itu telah benar-benar pergi, tidak akan mungkin kembali lagi.”

Baca Juga: Unsur kebahasaan novel sejarah dan contohnya

3. Laut Bercerita oleh Leila S. Chudori

“Ketidaktahuan dan ketidakpastian kadang-kadang jauh lebih membunuh daripada pembunuhan.”

“Kematianku tak lebih dari seperti saat seorang penyair menuliskan tanda titik pada akhir kalimat sajaknya.”

“Mungkin aksi Payung Hitam setiap hari Kamis bukan sekadar sebuah gugatan, tetapi sekaligus sebuah terapi bagi kami dan warga negeri ini; sebuah peringatan bahwa kami tak akan membiarkan sebuah tindakan kekejian dibiarkan lewat tanpa hukuman. Payung Hitam akan terus-menerus berdiri di depan istana negara. Jika bukan presiden yang kini menjabat yang memberi perhatian, mungkiin yang berikutnya, atau yang berikutnya….”

“Orang yang suatu hari berhianat pada kita biasanya adalah orang yang tak terduga, yang kau kira adalah orang yang mustahil melukai punggungmu.”

“Kita tak boleh jatuh, tak boleh tenggelam, dan sama sekali tak boleh terempas karena peristiwa ini. Kebenaran ada di tangan mereka yang memihak rakyat.

4. Orang-orang Proyek oleh Ahmad Tohari

“Karena saat ini banyak perwira yang ora merwirani lagi. Yang saya maksud dengan perwira adalah parawira, yaitu orang-orang yang tidak merasa kehilangan apapun ketika bersikap hormat dan peduli kepada orang lain. Orang-orang yang tidak merasa rendah ketika meninggikan harkat dan martabat orang lain. Mereka adalah orang-orang yang malu ketika merasa dirinya lebih penting daripada orang lain siapapun orang lain itu.”

“Di mana pun yang namanya mancing adalah kerja untung-untungan. Jadi saya sering dapat ikan, sering juga tidak sama sekali. Tapi saya tidak pernah bosan. Mungkin karena begini; setelah umpan dilempar, kita jadi punya harapan. Ya, harapan. Bukankah harapan, sekecil apapun adalah kebutuhan hidup?”

“Pacaran adalah soal rasa. Tapi apa kamu mau makan rasa? Kalau keasyikan sering memabukkan orang pacaran, apa orang bisa kenyang, membangun rumah, membiayai kehidupan keluarga, hanya dengan keasyikan? Jadi, perhitungan yang nalar juga harus ikut bicara.”

“Ki Hajar Dewantara bilang begini, pilih mana dari dua kondisi ini: Numpak montor sinambi sawan tangis atau mikul dhawet sinambi rengeng-rengeng. Secara samar KHD menganjurkan orang memilih kondisi kedua. Yakni, hidup sederhana sambil mengembangkan rasa, dan dengan cara ini orang bisa ayem. Daripada yang pertama? Yakni, hidup banyak harta namun terus gelisah karena selalu diburu oleh keserakahan sendiri.”

“Dulu Ki Ronngowarsito menciptakan tembang tentang zaman edan itu sebagai peringatan agar orang tetap memilih jalan keselamatan, bukan jalan gila. Namun sekarang tembang itu malah dihayati terbalik, sehingga seolah-olah menjadi pembenar atas perilaku edan.”

5. Bumi Mansuia Oleh Pramoedya Ananta Toer

“seorang terpelajar harus sudah berbuat adil sejak dalam pikiran apalagi dalam perbuatan”

“Jangan sebut aku perempuan sejati jika hidup hanya berkalang lelaki. Tapi bukan berarti aku tidak butuh lelaki untuk aku cintai. (Nyai Ontosoroh)”

“Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berfikiran waras ikut tersinggung, kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana”

“Cerita tentang kesenangan selalu tidak menarik. Itu bukan cerita tentang manusia dan kehidupannya , tapi tentang surga, dan jelas tidak terjadi di atas bumi kita ini”.”

“Jangan anggap remeh si manusia, yang kelihatannya begitu sederhana; biar penglihatanmu setajam elang, pikiranmu setajam pisau cukur, perabaanmu lebih peka dari para dewa, pendengaran dapat menangkap musik dan ratap-tangis kehidupan; pengetahuanmu tentang manusia takkan bakal bisa kemput.”

Demikianlah artikel tetang beberapa kutipan novel sejarah yang kami rangkung dari 5 novel sejarah dari penulis yang berbeda. Semoga dapat menginsipirasi anda.

Sumber: Brilio.net dan goodreads.com

Related Posts