Pengertian Impor: Tujuan, Manfaat, Jenis dan Contohnya

Pengertian Impor – Pada artikel sebelumnya, telah kami post mengenai seluk beluk ekspor. Nah, dalam artikel kali ini, kita akan membahas teman dari istilah ekspor, yaitu impor. Ekspor dan impor memang menjadi sebuah kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.

Bahkan dalam pendekatan perhitungan pendapatan nasional, kedua elemen ini menjadi tolak ukur yang cukup penting dalam memperoleh hasil perhitungan. Lanjut membahas khusus mengenai impor, apa sih arti dari istilah ini? (Baca Juga: Pengertian Pajak)

Apa itu Impor? Pengertian impor adalah kebalikan dari ekspor, yaitu suatu kegiatan pembelian dan atau memasukkan barang dan jasa atau komoditas dari luar negeri ke dalam negeri secara legal melalui proses perdagangan global.

Opini lain mengenai impor adalah suatu kegiatan perdagangan transnasional dengan cara memasukkan ke wilayah pabean sebuah negara yang dilakukan oleh perorangan atau perusahaan yang bergerak di bidang ekspor-impor dengan mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kegiatan impor biasanya dilakukan oleh sebuah negara karena adanya kebutuhan akan produk tertentu di dalam negeri yang tidak dapat dipenuhi sendiri, atau untuk menambah cadangan, atau bisa juga ingin memperoleh produk yang sama dari luar negeri tetapi dengan kualitas yang lebih baik.

Baca Juga: Pengertian Ekonomi

Pengertian Impor Menurut Para Ahli

Setelah memahami pengertian impor secara umum, berikut beberapa ahli juga mengemukakan pendapatnya tentang arti dari istilah impor.

1. Marolop Tandjoeng

Menurut Tandjoeng (2011), pengertian impor adalah kegiatan perdagangan dengan cara memasukkan barang dari luar negeri ke dalam daerah pabean Indonesia sesuai dengan peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

2. Astuti Purnamawati

Menurut pendapat Astuti Purnamawati, impor diartikan sebagai sebuah tindakan membeli barang-barang dari luar negeri sesuai dengan ketentuan pemerintah, yang dibayar dengan menggunakan valuta asing.

3. Susilo Utomo

Susilo Utomo (2008), mengemukakan pandangannya bahwa impor merupakan suatu kegiatan memasukkan barang dari luar negeri ke dalam wilayah pabean di dalam negeri yang dilakukan oleh perwakilan dari kedua negara, baik perorangan maupun perusahaan.

Tujuan dan Manfaat Impor

Sama halnya dengan kegiatan ekspor, impor tentu saja memiliki tujuan dan manfaat dalam pelaksanaannya. Tidak terlalu berbeda dengan kegiatan ekspor, berikut ini kami rangkum beberapa tujuan dan manfaat yang dapat diperoleh dari adanya kegiatan impor.

1. Mendapatkan Bahan Baku

Kegiatan produksi sebuah negara tentunya membutuhkan bahan baku dalam proses pengadaan produk. Namun kadang yang terjadi dilapangan, ditemukan adanya penghambat akan hal tersebut, yaitu ketersediaan dari bahan baku itu sendiri.

Tidak semua bahan baku produksi dapat dimiliki oleh sebuah negara. Banyak faktor yang mempengaruhi seperti kondisi geografis mereka yang tidak memungkinkan adanya bahan baku ekstraktif untuk diperoleh. Sehingga sebagai salah satu alternatif, maka produsen akan melakukan kegiatan impor guna memenuhi kegiatan produksi barang perusahaan.

2. Mendapatkan Teknologi Terbaru

Dalam berbagai kegiatan ekonomi dan bisnis, misalnya untuk memproduksi barang dan jasa tertentu, seringkali membutuhkan dukungan alat dengan teknologi terbaru yang tidak tersedia di dalam negeri. Untuk mendukung kegiatan barang atau jasa dengan lebih efisien, maka suatu negara dapat melakukan kegiatan impor alat tersebut dari negara lain.

3. Menambah Pendapatan Devisa

Selain ekspor yang bisa menghasilkan devisa bagi negara, hal demikian juga terjadi pada mekanisme impor. Hal tersebut dipengaruhi oleh berbagai faktor, misalnya dari nilai pendapatan bea masuk barang impor yang cukup besar.

Jenis-Jenis Impor

Berdasarkan fokus kegiatannya, impor dapat digolongkan ke dalam beberapa jenis. Adapun jenis-jenis impor yang dimaksud adalah sebagai berikut.

1. Impor untuk dipakai

Impor untuk di pakai adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam wilayah kepabeanan Indonesia dengan tujuan untuk dipakai, dimiliki atau dikuasai oleh orang yang berdomisili di Indonesia.

2. Impor sementara

impor sementara yaitu kegiatan memasukkan barang atau jasa ke dalam wilayah kepabeanan Indonesia yang mana tujuannya adalah untuk diekspor kembali ke negara lain dengan tenggak waktu paling lama 3 tahun.

3. Impor angkut lanjut/terus

impor angkut lanjut yaitu kegiatan pengangkutan barang atau jasa dengan menggunakan sarana pengangkut melalui sebuah kantor ke kantor lainnya tanpa disertai adanya proses pembongkaran terlebih dahulu.

4. Impor untuk ditimbun

Impor untuk di timbung adalah kegiatan mengangkut dengan penggunaan sarana pengangkutan sebuah kantor ke kantor lainnya dengan disertai proses pembongkaran terlebih dahulu.

5. Impor untuk re-ekspor

Impor untuk re-ekspor yaitu kegiatan pengangkutan barang impor yang masih berada di dalam lingkup wilayah pabean untuk di ekspor kembali ke luar negeri. Hal ini dilakukan terhadap barang impor dengan beberapa kondisi seperti tidak sesuai pesanan, salah kirim, rusak, tidak memenuhi syarat teknis, dan terjadi perubahan peraturan.

Contoh Kegiatan Impor Indonesia

Indonesia dengan politik luar negeri yang bebas aktif, merupakan salah satu negara yang cukup aktif dalam kegiatan perdagangan internasional. Selain melakukan ekspor barang atau jasa, Indonesia juga mengimpor berbagai produk dari negara lain untuk memenuhi kebutuhan di Indonesia. Berikut ini beberapa contoh produk yang di impor oleh Indonesia dari negara lain.

1. Daging sapi

Daging sapi di impor oleh pemerintah selain karena kemampuan dalam negeri yang belum bisa memenuhi tingginya permintaan, juga dikarenakan harga daging sapi lokal yang lebih tinggi dari harga daging sapi impor yang disebabkan oleh rantai niaga yang panjang. Negara-negara yang sering menjadi eksportir daging sapi ke Indonesia yaitu Australia dan Meksiko.

2. Komoditas Pangan

Meski Indonesia dikatakan memiliki kekayaan sumberdaya alam yang cukup melimpah, namun belum tentu dapat dikatakan bisa secara memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Lagi-lagi yang menjadi faktor penyebab adalah tingginya permintaan yang tidak selaras dengan produksi dalam negeri.

Ada cukup banyak bahan makanan yang kadang di impor oleh Indonesia dari negara lain seperti beras, kedelai, gula, garam, mentega, cabai, dan lain-lain. Negara-negara yang menjadi tempat impor barang tersebut antara lain Amerika Serikat, Malaysia, Paraguay, dan Argentina.

3. Bahan Bakar Minyak

Sebagaimana yang kita tahu, Indonesia tergabung ke dalam Organizations of Petrolium Exporting Countries (OPEC) atau Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak, namun Indonesia tetap melakukan impor bahan bakar minyak.

Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi bahan bakar di Indonesia, baik untuk industri maupun kendaraan bermotor. Negara-negara yang menjadi mitra impor Indonesia dalam produk bahan bakar adalah Arab Saudi, Thailand, Malaysia, dan beberapa negara Afrika.

4. Produk Elektronik

sampai saat ini, Indonesia masih terbilang cukup tertinggal dengan negara-negara lain dalam hal pengembangan teknologi yang bermuara pada produksi barang-barang elektronik. Hal ini membuat Indonesia hanya menjadikan produk elektronik sebagai keunggulan komparatif, sehingga masih butuh impor barang demikian.

Apalagi kebutuhan masyarakat yang sangat besar akan produk elektronik membuat kegiatan impor di sektor ini menjadi cukup besar. Negara-negara yang menjadi asal impor produk elektronik ini yaitu Jepang, Korea Selatan dan Tiongkok.

5. Produk Otomotif

sebagian besar industri otomotif di Indonesia membutuhkan komponen-komponen yang berasal dari luar negeri (atau biasa disebut sebagai barang modal) sehingga harus mengimpor dari negara lain. Jepang, Jerman, dan Thailand menjadi negara sumber impor komponen otomotif bagi Indonesia.gert

Demikianlah artikel mengenai ulasan materi impor mulai dari pengertian impor, manfaat dan tujuan impor, jenis-jenis impor hingga contoh impor yang ada di Indonesia. semoga dengan adanya artikle ini dapat membantu anda dalam mengerjakan tugas dan menambah wawasan anda.