Manajemen Produksi: Pengertian, Fungsi, Aspek dan Ruang Lingkupnya

By | 6 Juli 2019

Pengertian Manajemen Produksi

Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi perusahaan dari 4 fungsi yang ada. Fungsi ini bisa dikatakan merupakan fungsi yang akan melakukan kegiatan produksi barang dan jasa perusahaan. Departemen inilah yang melakukan pengolahan terhadap segala sumber daya yang dimiliki perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Organisasi

Lalu apa itu manajemen produksi? Manajemen produksi dapat didefinisikan secara umum sebagai sebuah penataan proses pengubahan bahan mentah (raw materials) menjadi produk atau jasa yang diinginkan sehingga memiliki nilai jual pada konsumen. Berdasarkan kutipan dari situs United Kingdom Esays, produksi ini dimasukkan ke dalam kategori berdasarkan beberapa bagian teknik tertentu, yaitu :

  • Produksi yang diambil dari bahan baku langsung atau biasa disebut juga bahan ekstraktif yang selanjutnya diolah menjadi output yang diinginkan. Misalnya ekstraksi minyak untuk dibuat menjadi berbagai macam produk.
  • Produk yang didapatkan melalui cara modifikasi terhadap bahan, baik secara kimiawi atau paramater mekanis tanpa mengubah atribut fisiknya. Misalnya dilakukan dengan memanaskan bahan mentah di suhu tertentu.
  • Produksi dengan cara perakitan, seperti industri otomotif dan barang elektronik.

Pemahaman individu mengenai definisi dari manajemen produksi kadang diabaikan. Padahal dari sini sebuah bisnis bisa melakukan efisiensi karena departemen ini memerlukan budget yang tidak sedikit. Idealnya, bidang produksi harus melakukan langkah-langkah tertentu seperti berikut ini.

  • Peningkatan produktifitas perusahaan.
  • Menggunakan simbiosis industri.
  • Perlindungan pekerja dari bahaya fisik dalam bekerja.
  • Menghilangkan material yang juga mengundang bahaya bagi aktivitas produksi.

Hal-hal yang telah disebutkan di atas merupakan bagian yang paling banyak menguras penggunaan dana perusahaan. Belum lagi hukum yang berlaku, peraturan pekerja dan juga berbagai hambatan lain yang memberikan dampak signifikan pada penganggaran kegiatan produksi.

Baca Juga: Manajemen Risiko

Oleh karena itu, pengelolaan terhadap departemen produksi tidak hanya terbatas pada membeli bahan baku secara ekonomis saja, tetapi juga pada pengelolaan sistem dan pemanfaatan teknologi agar bisa bertahan dalam keadaan sulit.

Baca Juga: Manajemen Oprasional

Pengertian Manajemen Produksi Menurut Ahli

Berikut ini beberapa ahli yang juga menyampaikan pendapatnya tentang pengertian dari manajemen produksi.

Baca Juga: Pengertian pemasaran

1. Handoko

Menurut Handoko (1999), manajemen produksi dapat didefinisikan yaitu berbagai jenis usaha pengelolaan secara optimum dari penggunaan sumberdaya atau faktor-faktor produksi (tenaga kerja, mesin, peralatan, bahan mentah, dan sumber daya lainnya), kemudian ditransformasi menjadi berbagai macam barang dan jasa.

2. Sofyan Assauri

Sofyan (2008) mengasumsikan pengertian dari manajemen produksi sebagai sebuah bentuk kegiatan untuk mengatur, mengelola dan mengkoordinasikan penggunaan berbagai sumber daya yaitu sumber daya alam, sumber daya manusia, sumber daya alat, sumber daya dana (budget) yang diolah secara efektif dan efisien untuk menciptakan dan menambah kegunaan sebuah barang atau jasa.

3. Heizer dan Render

Heizer dan Render (2011) mengajukan pendapat tentang pengertian manajemen produksi yaitu berbagai rangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

4. Irham Fahmi

Menurut Irham Fahmi (2012), manajemen produksi didefinisikan sebagai sebuah ilmu manajemen yang membahas secara keseluruhan tentang bagaimana pihak manajemen produksi yang ada di suatu perusahaan menggunakan ilmu dan seni yang dimiliki dengan melakukan pengarahan dan mengatur orang-orang dalam perusahaan untuk mencapai hasil produksi yang diinginkan.

Fungsi Manajemen Produksi

Dengan menjadikan definisi dari manajemen produksi, dimana fokus mereka tidak hanya melakukan proses produksi tetapi juga melakukan berbagai kegiatan lainnya. Menurut Sofian Assauri (2004), ada 4 (empat) fungsi manajemen produksi dalam sebuah perusahaan, yaitu sebagai berikut.

1. Perencanaan

Perencanaan dalam manajemen produksi merupakan hal yang terkait dengan pengorganisasian kegiatan produksi yang akan dilakukan dengan dasar waktu dan periode tertentu. Dengan menyusun perencanaan yang baik, maka hal tersebut dapat meminimalisir biaya produksi sehingga perusahaan bisa menetukan harga yang sehat dan meraih untung yang maksimal.

2. Proses Pengolahan

Ini adalah sebuah metode atau teknik atau tata cara untuk proses pengolahan masukan (input). Proses ini sangat penting untuk pemanfaatan sumber daya secara maksimal dan juga efisien.

3. Jasa Penunjang

Dalam proses pengolahan, tentunya diperlukan sarana dan prasarana untuk penetapan dan metode yang digunakan agar proses pengolahan bisa dilakukan secara efektif dan efisien. Hal ini sering diperlukan guna membantu perusahaan bersaing secara sehat dengan meningkatkan produksi atau kuantitas dan hasil yang berkualitas.

4. Pengendalian/Pengawasan

Ini adalah fungsi untuk menjamin pelaksanaan kegiatan sesuai dengan perencanaan. Dengan demikian, maksud dan tujuan dalam menggunakan dan mengolah input dapat dilaksanakan dengan baik.

Proses ini akan membantu pencapaian visi dan misi perusahaan dan tentu saja meningkatkan kinerja dan reputasi perusahaan, serta mempermudah pekerjaan departemen lain seperti marketing, finansial atau pun personalia. Mereka memiliki tanggung jawab untuk memproduksi barang yang sesuai standar pasar sehingga penjualan bisa meningkat.

Peran dari adanya departemen produksi ini tentu saja sangat besar meskipun pada bisnis dengan skala kecil. Ketika manajemen produksi dilakukan secara tepat, maka bukan hal yang mustahil biaya produksi mampu diefisienkan.

Di samping itu, hal ini juga penting untuk melihat apakah sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan benar-benar efektif. Selain itu, kerjasama antara beberapa bidang juga sangat diperlukan, khususnya bidang operasional yang nanti bersentuhan dengan konsumen secara langsung.

Ruang Lingkup Manajemen Produksi

1. Keputusan atau Kebijakan Mengenai Desain

Keputusan ini termasuk ke dalam keputusan jangka panjang perusahaan dimana di dalamnya meliputi penentuan desain produk, lokasi dan tata letak pabrik, desain kegiatan pengadaan input yang menjadi kebutuhan, desain metode dan teknologi proses pengolahan, desain struktur organisasi perusahaan, dan desain deskripsi jenis pekerjaan serta spesifikasi kerja.

2. Kebijakan Mengenai Transformasi

Dalam perusahaan, keputusan tentang transfomasi bersifat jangka pendek, berkaitan dengan keputusan taktis dan operasional. Kebijakan ini mencakup penjadwalan produksi, Shift Employee, anggaran produksi, jadwal penyerahan input ke sub-sistem pengolahan, dan penjadwalan serahan output ke konsumen atau disebut juga penyelesaian produk.

3. Keputusan Mengenai Perbaikan

Keputusan ini sifatnya berkelanjutan, sehingga kebijakan ini harus dilakukan secara rutin. Beberapa kegiatan yang ada di dalamnya meliputi perbaikan secara berkelanjutan terhadap kualitas output, keefektifan dan keefisienan sistem, kapasitas dan kompetensi dari para pekerja, perawatan sarana kerja atau mesin, serta perbaikan terus menerus atas metode penyelesaian atau pengerjaan dari barang dan jasa.

Aspek-aspek Manajemen Produksi

1. Perencanaan Produksi

Tujuan dari adanya perencanaan produksi adalah agar proses produksi yang dilaksanakan berjalan secara sistematis. Beberapa keputusan yang berhubungan dengan perencanaan produksi ini adalah sebagai berikut.

  • Jenis barang
  • Bahan mentah yang akan digunakan
  • Mutu dari produk
  • Kuantitas barang
  • Pengendalian terhadap produksi

2. Pengendalian Produksi

Pengendalian atau kontrol terhadap produksi sangat diperlukan agar proses produksi berjalan sesuai dengan apa yang telah direncanakan sebelumnya dan ditentukan dengan biaya optimum. Beberapa aktivitas dalam pengendalian produksi, yaitu :

  • Menyusun rencana
  • Membuat penjadwalan kerja
  • Menentukan sasaran pasar dari produk

3. Pengawasan Produksi

Pengawasan produksi bertujuan supaya hasil produksi sesuai dengan harapan, tepat waktu, dan dengan biaya yang minimum. Kegiatan-kegiatan dalam pengawasan produksi antara lain

  • Menetapkan kualitas barang
  • Membuat standarisasi produk
  • Pelaksanaan produksi sesuai jadwal

Manajemen Produksi VS Manajemen Operasional

Kedua departemen ini masing-masing memiliki karakteristik sendiri-sendiri. Beberapa ahli memberikan kesimpulan bahwa kedua departemen ini sebenarnya sama, namun tetap ada pembeda dan keduanya saling terkait. Berikut ini perbedaan dari manajemen produksi dan manejemn operasional seperti dilansir dari United Kingdom Essays :

  • Output. Output dari manajemen produksi berkaitan dengan proses pembuatan produk, seperti komputer, motor, dan sebagainya. Sedangkan manajemen operasional akan berperan sebagai produk dan servisnya.
  • Usage of Output. Produk di waktu tertentu. Sementara service dilakukan secara langsung.
  • Klarifikasi Pengerjaan. Beberapa produk seperti jenis otomotif dan elektronik, sedangkan karyawan produksi cenderung lebih sedikit daripada servis.
  • Customer Contact. Layanan pelanggan tidak terlibat produksi namun lebih banyak di bidang servis.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *