Manajemen Operasional: Pengertian, Aspek, Fungsi dan ruang lingkup

By | 6 Juli 2019

Manajemen Operasional

Manajemen Oprasional – Dalam dunia bisnis, salah satu hal yang tidak terpisahkan di dalamnya adalah kegiatan pengelolaan sumber-sumber daya yang dimiliki oleh perusahaan. Kegiatan pengelolaan ini sering disebut dalam disiplin ilmu pengetahuan dengan istilah Manajemen.

Dalam penerapannya, manajemen kemudian memiliki uraian yang lebih rinci guna mencapai pengelolaan bisnis yang efektif dan efisien. Uraian-uraian tersebut dikenal sebagai fungsi perusahaan atau fungsi bisnis. Fungsi ini terdiri dari 4 macam, yaitu manajemen keuangan, manajemen sumber daya manusia, manajemen operasional dan manajemen pemasaran.

Nah, dalam artikel kali ini, kita akan fokus membahas tentang salah satu dari fungsi tersebut, yaitu Manajemen Operasional. Manajemen operasional secara umum dapat diartikan sebagai sebuah usaha pengelolaan secara maksimal dalam penggunaan faktor produksi (dalam manajemen, dikenal dengan istilah 6M : Man, Money, Materials, Machine, Method, & Market) dalam rangka proses mengubahnya menjadi berbagai produk barang atau jasa.

Kegiatan inti dari manajemen operasional berupa sistem produksi yang umum dikenal sebagai input, proses, dan output. Setiap komponen dari sistem tersebut masing-masing memiliki porsi untuk pengolahan faktor-faktor produksi yang dimiliki oleh perusahaan. Oleh karena itu, sistem tersebut harus selalu bersinergi agar kegiatan operasional perusahaan berjalan dengan lancar.

Baca Juga: Manajemen Risiko

Manajemen operasional menjadi hal penting dalam organisasi atau bisnis, dan tugasnya pun tergantung pada ukuran perusahaan. Pengelolaan manajemen operasional ini dimulai dari SDM, peralatan, mesin, raw material serta hal lainnya yang memberi pengaruh pada kinerja perusahaan.

Baca Juga: Pengertian Manajemen Keuangan

Manajemen operasional secara umum memegang peranan soal isu strategis dalam menentukan rencana produkis (manufacturing) juga metode manajemen proyek serta implementasi struktur jaringan sistem informasi. Di sisi lain, mereka juga melakukan beberapa hal penting berikut ini :

  • Mengatur skala inventaris
  • Mengatur level proses level pengerjaan
  • Mengelola persediaan bahan baku
  • Melakukan Quality Control
  • Menjaga semua kebijakan produksi

Manajemen operasional juga harus mempelajari bahan baku yang digunakan untuk produksi dan menjamin tidak ada kelebihan yang sia-sia. Manajemen operasional tentu saja memiliki teknik pemesanan kuantitas bahan baku yang menjadi kebutuhan perusahaan sehingga sesuai dengan kebutuhan produksi.

Pengertian Manajemen Operasional Menurut Beberapa Ahli

Berikut pengertian manajemen oprasional menurtut para ahli.

1. Eddy Herjanto

Eddy Herjanto (2003) menyimpulkan bahwa manajemen operasional merupakan suatu proses yang berkesinambungan dan efektif dalam menggunakan fungsi-fungsi manajemen untuk mengintegrasikan berbagai sumber daya secara efisien dalam rangka mencapai tujuan.

2. Heizer & Render

Kedua orang ini mengajukan pendapat tentang pengertian manajemen operasional yaitu sebagai sebuah rangkaian kegiatan yang menghasilkan nilai dalam bentuk barang dan jasa dengan mengubah input menjadi output.

3. Pangetsu Subagyo

Menurutnya, manajemen operasional adalah penerapan ilmu manajemen untuk mengatur seluruh kegiatan produksi atau operasional agar dapat dilakukan secara efisien.

4. William Stevenson

Stevenson (2009) berpendapat bahwa yang dimaksud manajemen operasional adalah sistem manajemen atau serangkaian proses dalam pembuatan produk atau penyediaan jasa.

5. Richard L. Daft

Menurut Richard Daft (2006), arti dari manajemen operasional adalah sebuah bidang dari manajemen yang berfokus pada produksi barang, serta menggunakan alat dan teknik khusus untuk memecahkan masalah produksi.

6. James Evans & David Collier

Evans & Coliier (2007), manajemen operasional dapat didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.

7. James Evans & David Collier

Evans & Coliier (2007), manajemen operasional dapat didefinisikan sebagai ilmu dan seni untuk memastikan bahwa barang dan jasa diciptakan dan berhasil dikirim ke pelanggan.

Ruang Lingkup Manajemen Operasional

Pembahasan selanjutnya adalah mengetahui apa-apa saja yang menjadi ruang lingkup dari manajemen operasional. Dalam hal ini, sangat penting untuk kita ketahui faktor-faktor yang mempengaruhi kegiatan operasional sebuah perusahaan.

Segala faktor tersebut bisa menjadi peluang, bisa juga menjadi risiko bagi perusahaan, sehingga perlu dilakukan analisis lanjutan untuk memunculkan sebuah ide kreatif maupun tindakan preventif. Ada beberapa aspek yang akan dibahas terkait dengan ruang linkup dari manajemen operasional. Berikut ini uraiannya.

1. Aspek Perencanaan Sistem Produksi

Aspek perencanaan dilakukan untuk menentukan rancangan langkah-langkah perusahaan ke depannya. Selain itu, aspek ini juga memiliki tujuan agar hasil produksi sesuai dengan harapan konsumen, mulai dari kualitas, harga dan juga keuntungan yang dapat diperoleh.

2. Aspek Pengendalian Produksi

Ini adalah aspek yang berhubungan dengan pengendalian rencana yang telah dibuat sebelumnya agar sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan. Dengan demikian, tujuan yang telah direncanakan bisa tercapai dengan baik dan hasil yang diperoleh dapat menjadi lebih optimal.

3. Aspek Sistem Informasi Produksi

Ini adalah aspek dimana segala informasi yang ada harus diterima dengan baik dan diolah secara tepat agar kegiatan produksi bisa berlangsung dengan efektif dan efisien. Sistem informasi ini dibagi menjadi tiga bagian, yaitu informasi yang bersifat internal, informasi untuk pelanggan, dan informasi keadaan pasar sasaran.

4. Aspek Lingkungan

Aspek lingkungan memiliki peran dalam menunjukkan kecenderungan dan perkembangan yang terjadi pada suatu lingkungan akibat dari adanya kegiatan produkis yang dilakukan oleh perusahaan. Dengan begitu, tindakan yang diambil dapat memberikan manfaat dalam proses peningkatan produksi.

Peran Manajer Operasional

Mengacu pada penjelasan tentang pengertian manajemen operasional, seorang manajer harus benar-benar paham keseluruhan proses yang ada di dalam perusahaan. Mereka dilibatkan soal pengkoordinasian proses beserta pengembangan terkini sambil melakukan evaluasi ulang terhadap strukturnya.

Dalam kasus ini, organisasi dan produktivitas menjadi hal yang dibutuhkan ketika menjadi seorang manajer produksi. Ia harus bisa memposisikan dirinya dengan sangat fleksibel. Oleh karena itu, seorang manajer produksi/operasional memiliki tugas pokok dalam proses produksi yaitu sebagai berikut.

  • Melakukan perencanaan kuantitas dan kualitas persediaan bahan baku dalam proses produksi.
  • Membuat perencanaan tentang lokasi gudang persediaan dan peralatan mesin yang efisien untuk menghemat waktu dan mobilisasi.
  • Merencanakan tata letak dan layout pabrik.
  • Pertanggung jawaban atas pemeliharaan peralatan pabrik untuk menjamin keandalan dan keberlangsungan kegiatan operasional perusahaan.
  • Menciptakan strategi produk yang memiliki kualitas sehingga bisa bersaing dengan perusahaan kompetitor.
  • Membuat jadwal kerja yang efektif dan efisien dengan mengevaluasi biaya tenaga kerja.
  • Manajer operasi memiliki tanggung jawab penuh atas kelangsungan hasil produksi, baik dari sisi kuantitas maupun kualitas.

Keputusan-keputusan Dalam Manajemen Operasional

  • Proses ; yaitu manajer harus melakukan penentuan fasilitas apa yang akan dipakai ketika proses produksi berlangsung.
  • Persediaan ; yaitu manajer memutuskan apa saja yang menjadi kebutuhan dalam proses produksi dan menentukan seperti apa kualitas dan kuantitasnya. Juga tentang kapasitas pemesanan bahan baku produksi.
  • Kapasitas ; seorang manajer memutuskan jumlah bahan baku yang dibutuhkan, dan jumlah output yang akan dihasilkan dari ketersediaan bahan baku. Selain itu, manajer juga memperkirakan tentang estimasi dari pemesanan dan penggunaan bahan baku.
  • Tenaga ; manajer terlibat dalam rekruitmen, PHK, dan penggajiannya. Ia juga harus melakukan pengawasan, kompensasi promosi terhadap pekerja dan penggunaan tenaga profesional.
  • Kualitas ; manajemen menentukan standar, desain peralatan, pengawasan terhadap produksi barang dan jasa, dan sebagainya.

Fungsi Manajemen Operasional

  • Fungsi proses, hal ini bersifat teknis, antara lain berupa metode yang dipakai dalam pengolahan bahan baku.
  • Pengorganisasian, dalam hal ini, yang difokuskan adalah teknik dan metode kerja. Dengan fungsi ini, maka proses produksi dapat berjalan secara efektif dan efisien.
  • Fungsi perencanaan, utamanya terhadap pengadaan bahan baku produksi, termasuk juga penetapan kualitas dan kuantitas kebutuhan bahan baku.
  • Fungsi pengawasan, yaitu pengendalian terhadap penggunaan bahan baku selama proses produksi berlangsung.

Hubungan Manajemen Operasional dengan Manajemen Rantai Pasokan

Manajemen rantai pasokan atau yang disebut juga Supply Chain Management merupakan salah satu bagian dari manajemen operasional yang berhubungan dengan alur atau mata rantai dari bahan baku maupun output perusahaan.

Selain itu, bidang ini juga terkait dengan produksi dan distribusi barang. Secara umum, alur mulai dijelaskan dari perolehan bahan baku produksi dari supplier, proses pengolahannya di perusahaan, hingga distribusi barang ke retailer dan sampai ke tangan konsumen akhir.

Supply Chain pada bahan baku memang terbilang penting, karena tidak semua perusahaan manufaktur mampu menghasilkan bahan baku sendiri untuk selanjutnya diolah menjadi output. Hal tersebut membutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga efisiensi justru tidak tercapai.

Porsi besar yang menjadi tanggung jawab dari manajemen rantai pasokan adalah menjadi penyalur utama atau distributor output ke konsumen. Mereka harus memastikan produk sampai dalam jangka waktu tertentu. Oleh karena itu, manajemen rantai pasokan juga menggunakan konsep JIT (Just in Time).

Di samping itu, departemen ini juga melakukan quality control langsung pada konsumen apakah produk yang mereka hasilkan sudah layak untuk memenuhi kebutuhan mereka. Nantinya, konsumen akan memberikan feedback atau umpan balik kepada perusahaan yang fungsinya sebagai pengembangan pada kinerja perusahaan ke depannya.

Biasanya mereka berhubungan langsung dengan aspek operasionalnya. Misalnya, salon, bengkel dan sejenisnya. Mereka tergolong jasa, sehingga manajemen akan lebih ditekankan pada bagian ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *